Menyelami Keajaiban Pendidikan Finlandia melalui Pengalaman Observasi, Budaya, dan Keseruan di Estonia

Pada kunjungan akademik ke Finlandia, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbagi pengalaman yang menginspirasi tentang sistem pendidikan di negara tersebut. Ia menyatakan bahwa kunjungan ke Finlandia sangat memperlihatkan betapa pentingnya fasilitas dan sarana-prasarana yang mendukung pengembangan optimal siswa.

Selama mengunjungi sekolah di Finlandia, rombongan melihat sendiri bagaimana siswa-siswa diajarkan berbagai keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, seni, musik, dan olahraga. Hal ini tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam pengembangan kognitif, tetapi juga dalam pengembangan aspek keterampilan yang sering terabaikan di banyak sistem pendidikan.

Tak hanya belajar, kunjungan ini juga memberikan momen tak terduga dan menyenangkan. Saat berkunjung ke salah satu kelas, dua siswa Finlandia dengan antusias bertanya, "Are you from Indonesia?" dan spontan menyanyikan lagu dangdut yang sedang viral. "Momen ini membuat kami tertawa terbahak-bahak, menunjukkan betapa dikenalnya budaya Indonesia di luar negeri," ungkap Ketua Prodi dengan senang hati.

Selain kunjungan ke sekolah, rombongan juga menjelajahi berbagai tempat wisata dan mencicipi kuliner khas Finlandia. Mereka mengunjungi berbagai destinasi menarik seperti Castle, Museum Seni, Perpustakaan Nasional, Katedral, bahkan melakukan perjalanan singkat ke Estonia. Kesimpulan mengejutkan mereka adalah kemudahan akses internet yang sangat cepat di Estonia, yang membuat roaming internasional tidak lagi menjadi masalah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Prodi juga mengucapkan terima kasih kepada para pembantu selama perjalanan, termasuk Ari Koski dan Yuli Nurdiyanto, alumni PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memberikan bantuan berharga selama kunjungan ini. "Meskipun tidak sempat berfoto bersama, saya berharap dapat bertemu kembali di lain waktu untuk berbagi pengalaman dan cerita selama studi di Finlandia," tutupnya dengan harapan yang tulus.