Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme: Dosen PAI Mengikuti Training of Trainer (TOT) Penguatan Moderasi Beragama
Peserta TOT Moderasi Beragama dari FITK UIN Suka
Yogyakarta,24 Oktober 2024– Dalam rangka mewujudkan salah satu dari tujuh prioritas program Kementerian Agama, yaitu penguatan moderasi beragama, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer(TOT) Penguatan Moderasi Beragama, yang dilaksanakan mulai tanggal 24 hingga 29 Oktober 2024, bertempat di Hotel Platinum Adisucipto, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama, sebagai bagian dari upaya mewujudkan toleransi dan keharmonisan antar umat beragama.
Dalam pembukaankegiatan Training of Trainer(ToT) Penguatan Moderasi Beragama Kamis (24/10/2024), Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan,“UIN Sunan Kalijaga seharusnya ditetapkan sebagai pelopor moderasi beragama, dan hal ini bukanlah tanpa alasan. Prof. Mukti Ali yang menjabat sebagai Guru Besar dari Sunan Kalijaga pada saat itu, ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Agama. Dalam kapasitas tersebut, beliau mengusung trilogi Konsep Agama. Keberhasilan beliau dalam memelihara kedamaian di tengah keberagaman merupakan salah satu pencapaian yang signifikan. Pemikiran dan gagasan beliau tetap relevan dan menjadi bagian integral dari komitmen kita untuk tetap terbuka terhadap keberagaman”.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya: Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istiningsih; Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Kerja Sama, Dr. Mochamad Sodik; Kepala Biro AUK, Dr. Ali Sodiq; Kepala Biro AAKK, Ir. Sunarini; para pimpinan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Dr. Syafi.i; dan pejabat terkait.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari tujuh Fakultas di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dua di antaranya adalah dosen program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu Drs. H. Mujahid, M.Ag., dan Asniyah Nailasariy, M.Pd. yang berhasil mengikuti rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir secara tuntas selama 6 hari. Dalam waktu tersebut, para peserta dilibatkan secara aktif dalam proses penguatan materidengan model pembelajaran kontekstual (Contextual Learning) dan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based-Learning). Tak hanya itu saja, setelah penguatan materi disampaikan, peserta harus mempraktekkan untuk menyampaikan materi Moderasi Beragama layaknya seorang pelatih (trainer).
Berbagai pakar dihadirkan dalam pelatihan ini, salah satunya adalahMenteri Agama Republik Indonesia Periode 2014-2019, Lukman Hakim Syaifuddin. Sosok yang kerap disapa LHS. Tersebut mengajak peserta diskusi untuk mengeksplorasi berbagai permasalahan yang masih mengemuka terkait moderasi beragama yang berfokus pada masalah riil yang mencakup aspek konsepsi, paradigma, latar belakang, dan implementasi moderasi beragama.Penulis buku “Moderasi Beragama” tersebut, menekankan bahwa dalam istilah “Moderasi Beragama” bukanlah agama yang dimoderasi, melainkan “Beragama”, yang lebih merujuk pada pemahaman dan pengamalan agama oleh penganutnya. Dalam konteks ini, setiap agama diyakini sebagai kebenaran oleh para pemeluknya, karena berasal dari sumber yang Maha Benar. “Prinsip moderasi berlandaskan pada keadilan dan keseimbangan. Oleh karena itu, moderasi dapat dipahami sebagai suatu proses yang bertujuan untuk mencapai sikap moderat, yang berlawanan dengan ekstrem” tutur Mantan Wakil MPR tersebut.
Kegiatan Training of Trainer(TOT) Penguatan Moderasi Beragama ini diharapkan dapat menghasilkan para trainer yang handal, yang nantinya akan berperan dalam mengembangkan hasil-hasil pelatihan guna memperkuat moderasi beragama di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta dalam masyarakat secara umum.