Prodi PAI UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kompetensi Guru PAI SMP Gunungkidul melalui Pelatihan Tahsin Al-Qur’an dan Strategi Pembelajaran dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Gedung Kemenhaj Gunungkidul
YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Gedung Kementerian Haji (Kemenhaj) Gunungkidul pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Yuli Kuswandari, S.Pd., M.Hum. ini diikuti oleh para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP di Gunungkidul. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan kompetensi tahsin Al-Qur’an dan pengembangan strategi pembelajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dengan bidang keahlian yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, Asniyah Nailasariy, M.Pd.I. menyampaikan materi bertajuk “Menguatkan Kompetensi Tahsin Guru PAI: Ketepatan Makharijul Huruf dan Penerapan Bacaan Gharib dalam Al-Qur’an.” Materi ini menekankan pentingnya ketepatan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari kompetensi profesional sekaligus tanggung jawab guru PAI dalam memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Pembahasan mencakup makharijul huruf, sifat-sifat huruf, serta sejumlah kaidah bacaan gharib dalam Al-Qur’an berdasarkan riwayat Hafsh. Penguatan materi juga diarahkan pada aspek praktik, sehingga guru dapat semakin cermat dalam melafalkan huruf hijaiyah, mengenali kesalahan bacaan, dan menerapkan kaidah membaca Al-Qur’an secara tepat dalam proses pembelajaran.
Pada sesi kedua, Indra Fajar Nurdin, S.Pd., M.Ag. menyampaikan materi “Teori Sistem Ekologi dan Pendekatan Deep Learning dalam Implementasi Pembelajaran PAI.” Materi ini mengajak peserta memahami pembelajaran PAI sebagai proses pendidikan yang tidak terlepas dari lingkungan kehidupan peserta didik. Lingkungan tersebut mencakup keluarga, teman sebaya, dan sekolah, serta nilai-nilai budaya, norma sosial, dan perubahan zaman yang turut membentuk pengalaman belajar mereka.
Melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam, narasumber menguraikan tiga prinsip pembelajaran, yaitu mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menggembirakan). Ketiga prinsip tersebut menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik, keterhubungan materi dengan persoalan kehidupan nyata, serta suasana belajar yang mendorong pemahaman, refleksi, dan pengalaman belajar yang positif.
Dalam pembelajaran PAI, pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui pembahasan nilai-nilai Islam, seperti amanah, kejujuran, dan etika bermedia digital. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi dan hafalan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memahami makna nilai-nilai keislaman, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sepanjang kegiatan, para guru PAI SMP yang hadir menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian pemaparan materi. Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan yang dapat dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan kompetensi profesional dan meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. Materi tahsin memperkuat aspek ketepatan membaca Al-Qur’an, sedangkan materi strategi pembelajaran memberikan perspektif mengenai pentingnya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, mendalam, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Prodi PAI S1 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berupaya mendukung pengembangan kompetensi guru PAI secara berkelanjutan. Penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tepat dan pengembangan strategi pembelajaran yang bermakna diharapkan dapat berjalan beriringan dalam mendukung pendidikan agama yang tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan keislaman, tetapi juga keteladanan dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(Ahmad Bayu Permana)