Prodi PAI Gelar Pembubaran dan Evaluasi Panitia KAICIE 2026, Perkuat Komitmen untuk Penyelenggaraan Kegiatan Internasional Mendatang

YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar pembubaran dan evaluasi panitia 1st Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026 pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan pelaksanaan konferensi, menyampaikan laporan dari setiap divisi, serta merumuskan langkah perbaikan bagi penyelenggaraan kegiatan akademik internasional pada masa mendatang.

Dalam evaluasi tersebut, panitia menyampaikan bahwa KAICIE 2026 memperoleh respons positif dari peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan laporan kepuasan peserta, pelayanan pendaftaran dan pelayanan selama berada di hotel mendapatkan penilaian yang sangat baik. Aspek nilai dan fasilitas kegiatan juga memperoleh respons sangat memuaskan. Sejumlah peserta turut memberikan masukan agar kegiatan berikutnya dapat dilengkapi dengan city tour untuk memperkenalkan potensi dan daya tarik Yogyakarta kepada peserta konferensi.

Dari aspek publikasi ilmiah, komite jurnal melaporkan bahwa proses publikasi telah terakomodasi dengan baik dan mendapatkan respons positif. Meski demikian, evaluasi menekankan perlunya pengaturan waktu yang lebih memadai untuk proses penilaian oleh reviewer. Pengumpulan artikel dan penyusunan prosiding juga perlu dipersiapkan lebih awal agar proses publikasi dapat berjalan lebih tertib dan kualitas artikel yang diterbitkan semakin terjaga.

Rapat evaluasi dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari setiap divisi. Pada aspek administrasi dan kesekretariatan, panitia menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih terstruktur dalam pengelolaan surat-menyurat, verifikasi dokumen, dan penyampaian informasi. Komunikasi internal juga perlu diperkuat agar setiap anggota memahami perkembangan kegiatan serta tanggung jawab masing-masing.

Evaluasi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kebutuhan peserta dan narasumber, termasuk pengaturan waktu salat di tengah rangkaian acara. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan seluruh pihak sekaligus memastikan penyelenggaraan konferensi tetap memperhatikan nilai-nilai dan adab dalam lingkungan akademik.

Secara keseluruhan, rapat evaluasi menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk penyelenggaraan KAICIE berikutnya, antara lain memperpanjang masa persiapan hingga sekitar delapan bulan, memperkuat komunikasi dan koordinasi, memperjelas pembagian tugas, menyiapkan kebutuhan teknis dan administrasi sejak dini, serta merencanakan dukungan pendanaan secara lebih matang. Evaluasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi panitia untuk mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman selama proses persiapan hingga pelaksanaan konferensi.

Pembubaran panitia KAICIE 2026 bukan sekadar penanda berakhirnya tanggung jawab kepanitiaan, melainkan juga bagian dari proses pembelajaran bersama. Pengalaman menyelenggarakan konferensi internasional menjadi bekal berharga bagi panitia dalam mengembangkan kemampuan manajemen kegiatan, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama lintas divisi.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI FITK UIN Sunan Kalijaga berharap berbagai capaian dan catatan evaluasi KAICIE 2026 dapat menjadi landasan untuk penyelenggaraan berikutnya yang lebih matang, terkoordinasi, profesional, serta mampu memperluas kontribusi pendidikan Islam dalam forum akademik nasional dan internasional.

(Muhammad Zakariyya)