Prodi PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Pendampingan Percepatan Studi Doktor Series 3
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Percepatan Studi Doktor Series 3 pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 FITK UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PAI dalam memberikan pendampingan akademik kepada para dosen yang sedang menempuh studi doktor agar dapat menyelesaikan disertasinya secara tepat waktu dan berkualitas.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Program Studi PAI S1, Dr. M. Agung Rokhimawan, M.Pd., Sekretaris Program Studi PAI S1, Asniyah Nailasariy, M.Pd.I., serta dosen-dosen Prodi PAI yang sedang menempuh studi doktoral. Melalui kegiatan ini, Prodi PAI berupaya menghadirkan ruang berbagi pengalaman, konsultasi akademik, serta penguatan motivasi bagi para dosen dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses penyusunan disertasi.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Sukiman, M.Pd. menyampaikan materi mengenai strategi percepatan penyelesaian studi doktor. Beliau mengawali pemaparannya dengan memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap menjaga semangat dalam menyelesaikan tugas akhir studi doktoral. Menurutnya, proses penyusunan disertasi bukan hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan mental, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat.
Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui istirahat yang cukup, pola hidup sehat, dan aktivitas yang mampu menjaga kebugaran tubuh. Kesehatan yang terjaga akan membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan produktivitas dalam menyusun disertasi. Selain itu, Prof. Sukiman mengajak para peserta untuk menikmati setiap proses yang dijalani, membangun rasa percaya diri terhadap karya yang sedang disusun, serta tidak terlalu terbebani oleh tuntutan kesempurnaan.
Dalam pemaparannya, Prof. Sukiman juga mengingatkan pentingnya membuat target dan jadwal penyelesaian disertasi yang realistis. Beliau mendorong peserta untuk terus menulis dan tidak menunda pekerjaan akademik. Menurutnya, sebuah disertasi yang selesai akan selalu memiliki peluang untuk diperbaiki, sedangkan disertasi yang tidak pernah ditulis tidak akan pernah mencapai tahap penyelesaian. Oleh karena itu, keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam proses menjadi kunci utama keberhasilan studi doktoral.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. yang membahas berbagai tantangan dan hambatan yang sering dihadapi mahasiswa doktor selama proses penyusunan disertasi. Beliau menjelaskan bahwa setiap individu memiliki tingkat tekanan dan tantangan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Menurut Prof. Nur Ichwan, salah satu faktor yang sering menghambat penyelesaian studi adalah stres akademik yang muncul akibat tekanan target, revisi yang berulang, maupun tuntutan pekerjaan di luar studi. Oleh karena itu, beliau mengajak peserta untuk mengantisipasi stres dengan melakukan berbagai aktivitas positif yang disukai, seperti berolahraga, membaca, menulis, berkumpul bersama keluarga, maupun menjalankan hobi yang dapat memberikan ketenangan dan menjaga keseimbangan mental.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan promotor dan pengelola program studi. Sikap proaktif dalam berkonsultasi, berdiskusi, dan menyampaikan kendala yang dihadapi dinilai dapat membantu mempercepat penyelesaian studi serta meminimalkan berbagai hambatan administratif maupun akademik.
Pada sesi diskusi, para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait penggunaan Turnitin, batas similarity dalam penyusunan disertasi, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian akademik. Narasumber menjelaskan bahwa penggunaan AI diperbolehkan sebagai alat bantu dalam proses penelitian, seperti untuk menerjemahkan naskah, melakukan parafrase, membantu pencarian referensi, maupun mendukung pengolahan data. Namun demikian, seluruh hasil yang diperoleh tetap harus diverifikasi dan dipertanggungjawabkan oleh penulis sebagai bentuk integritas akademik.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi selama proses penyusunan disertasi. Berbagai solusi dan pengalaman yang dibagikan oleh narasumber menjadi bekal berharga bagi peserta dalam melanjutkan proses studinya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari para dosen peserta. Mewakili peserta, Syarif Hidayatullah, M.Ag. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Program Studi PAI atas terselenggaranya program Pendampingan Percepatan Studi Doktor yang dinilai sangat membantu para dosen dalam menyelesaikan tugas akhir doktoralnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan motivasi dan wawasan baru, tetapi juga menghadirkan ruang konsultasi yang sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses penyusunan disertasi.
Melalui penyelenggaraan Pendampingan Percepatan Studi Doktor Series 3 ini, Program Studi PAI berharap para dosen yang sedang menempuh studi doktor semakin termotivasi, mampu menjaga konsistensi dalam proses akademik, serta dapat menyelesaikan studi doktoralnya dengan baik sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan, program studi, dan institusi. (Muhammad Zakariyya)