Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Percepatan Studi Doktor bagi Dosen Prodi PAI S1 (Series 2)
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Percepatan Studi Doktor bagi Dosen Prodi PAI S1 (Series 2)” pada Senin, 25 Mei 2026 bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 FITK UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini sebagai bentuk lanjutan pendampingan akademik bagi dosen-dosen PAI yang sedang menempuh studi doktoral. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., Ketua Program Studi PAI S1 Dr. Mohamad Agung Rokhimawan, M.Pd., Sekretaris Program Studi PAI S1 Asniyah Nailasariy, M.Pd.I., serta para dosen Prodi PAI yang sedang melaksanakan studi doktor. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung percepatan penyelesaian studi doktor para dosen.\n\nDalam kegiatan pendampingan kali ini, narasumber memberikan materi mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung penyusunan disertasi.
Materi difokuskan pada penggunaan AI GPT beserta aplikasi pendukungnya, seperti GPT Consensus dan pemanfaatan KI-AI dalam membantu proses penelitian akademik secara lebih efektif, sistematis, dan efisien. Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI saat ini telah memberikan banyak kemudahan dalam dunia akademik, khususnya bagi mahasiswa doktor maupun peneliti dalam menyusun karya ilmiah. Narasumber menekankan bahwa AI bukan digunakan untuk menggantikan kemampuan berpikir peneliti, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses pencarian data, pengelolaan referensi, hingga pengembangan ide penelitian. Narasumber juga mempraktikkan secara langsung penggunaan GPT Consensus sebagai alat pencarian referensi ilmiah berbasis Artificial Intelligence. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menemukan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, GPT Consensus juga mampu membantu peneliti dalam merangkum isi artikel jurnal, mencari jawaban berbasis penelitian ilmiah, mengidentifikasi tren penelitian terbaru, menemukan gap research, serta menyajikan sintesis hasil penelitian dari berbagai sumber akademik.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa GPT Consensus dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan latar belakang penelitian, penguatan landasan teori, pencarian novelty penelitian, penyusunan tinjauan pustaka, hingga membantu peneliti memahami perbedaan hasil penelitian terdahulu. Teknologi tersebut juga dinilai mampu mempermudah peneliti dalam menyeleksi referensi yang kredibel dan relevan sesuai topik disertasi. Selain penggunaan GPT Consensus, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan AI GPT dalam membantu penyusunan kerangka penelitian, pengembangan rumusan masalah, penyusunan instrumen penelitian, pembuatan outline disertasi, hingga pengembangan hasil dan pembahasan penelitian secara lebih sistematis. Narasumber menegaskan bahwa penggunaan AI tetap harus diimbangi dengan kemampuan analisis akademik dan etika penelitian agar hasil karya ilmiah tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para dosen tampak antusias mengikuti sesi pendampingan, terutama ketika narasumber memberikan demonstrasi penggunaan AI dalam mendukung penyelesaian disertasi. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan AI dalam penelitian, cara menghindari plagiarisme, serta batasan etis penggunaan teknologi AI dalam dunia akademik.
Melalui kegiatan “Pendampingan Percepatan Studi Doktor Series 2” ini, diharapkan para dosen Prodi PAI mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif dalam mendukung penyelesaian studi doktor serta meningkatkan kualitas penelitian akademik di lingkungan Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Muhammad Zakariyya)