Kuliah Umum Prodi PAI Soroti Integrasi Ekoteologi dan Artificial Intelligence dalam Ekosistem Global

Senin, 11 Mei 2026, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang bertempat di Convention Hall Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta civitas akademika Program Studi PAI dengan penuh antusias dan semangat akademik yang tinggi.

Kuliah umum kali ini mengusung tema besar, yaitu “Transformasi PAI Berdampak: Mainstreaming Ekoteologi di Era Artificial Intelligence dalam Ekosistem Global.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons akademik terhadap dinamika perkembangan teknologi modern, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang saat ini memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan Islam. Selain itu, tema ini juga menjadi refleksi penting mengenai perlunya integrasi antara nilai-nilai keislaman, kesadaran ekologis, dan kemajuan teknologi dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dengan tantangan global.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh akademik dan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Mohamad Agung Rokhimawan, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I selaku Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Universitas Ahmad Dahlan, serta Adisti Anggraini, S.Pd(mahasiswa magister prodi PAI) selaku moderator dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Agung Rokhimawan menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya akademik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperluas wawasan mahasiswa dan dosen mengenai arah perkembangan Pendidikan Agama Islam di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Pendidikan Agama Islam tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai proses transfer ilmu keagamaan secara normatif, melainkan juga harus mampu menghadirkan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial, lingkungan, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi global.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini menekankan pentingnya konsep ekoteologi sebagai paradigma baru dalam pendidikan Islam. Ekoteologi dipahami sebagai upaya membangun kesadaran spiritual dan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan nilai-nilai keislaman. Dalam era Artificial Intelligence, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan secara etis, humanis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai religius. Oleh sebab itu, integrasi antara agama, teknologi, dan kesadaran ekologis menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang adaptif, kritis, serta memiliki tanggung jawab moral terhadap kehidupan global.

Selain membahas transformasi Pendidikan Agama Islam, para narasumber juga menyoroti pentingnya pengembangan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam bidang riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mahasiswa didorong untuk aktif terlibat dalam berbagai program kampus berdampak, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Hal tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti pemaparan materi, diskusi ilmiah, serta sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Suasana akademik yang tercipta dalam kegiatan ini menunjukkan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya transformasi pendidikan Islam agar mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas dan moralitas.

Melalui pelaksanaan kuliah umum ini, Program Studi PAI FITK UIN Sunan Kalijaga berharap dapat memperkuat komitmen civitas akademika dalam mengembangkan Pendidikan Agama Islam yang berdampak, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi ruang refleksi dan penguatan wawasan bagi mahasiswa maupun dosen mengenai pentingnya membangun integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, nilai keislaman, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam menghadapi tantangan global di era modern. (Nazha Virani S)